Daya Serap Pasar Ponsel Lagi Turun
Terkait anjloknya angka penjualan unit ponsel Sony Ericsson per Q2 08 yang dilaporkan beberapa hari lalu sebesar 97 persen, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia Djunadi Satrio mengatakan pemicunya adalah penurunan penyerapan pasar dewasa ini. “Inflasi sedang tinggi di Amerika Serikat dan trend ekonomi belakangan ini memang melemah,” kilahnya. Djunadi menampik ketika dikatakan penurunan angka penjualan ini disebabkan akibat terbatasnya jajaran produk Sony Ericsson dibandingkan kompetitornya.
“Kami sama sekali tidak bermasalah dengan jumlah produk yang kami punya, itu tidak berpengaruh. Kami hanya tidak mau mengeluarkan produk yang serupa dan disebut mengikut-ikuti produk kompetitor. Kami punya segmen sendiri,” jelasnya.
Dia mengaku, R&D Sony Ericsson tidak pernah “membaca” produk kompetitor. “Karena kita terapkan strategi consumer-centric, jadi yang ‘dibaca’ adalah minat pasar,” ucap Djunadi.
“Buktinya pada 2005 lalu, kami menjadi vendor ponsel pelopor yang mendefinisikan segmen musik pertama di Indonesia, yakni pada W-800, dan vendor lain pun akhirnya ikut-ikut merambah segmen yang sama,” imbuhnya.
Sekarang ini, jajaran produk Sony Ericsson yang beredar di pasar terbagi menjadi empat kategori, yakni ponsel musik, imaging, lifestyle, dan mobile-web.
“Harga ponsel kami cukup kompetitif, berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp5,5 juta. Beberapa di antaranya tetap mendapat sambutan baik oleh sejumlah segmen. Lihat saja G-900 dan G-700 yang permintaannya begitu besar di pasar. Begitu pula produk kami di jajaran HSDPA, G-502, yang dijual dengan harga Rp2,6 juta,” papar dia.
Namun, Djunadi tidak bisa memaparkan berapa besar angka penjualan unit-unit produknya tersebut.
Djunadi juga mengatakan ada beberapa tantangan yang dihadapi Sony Ericsson di Indonesia dewasa ini, yaitu jumlah vendor dan perilaku konsumen. “Jumlah vendor di Indonesia cukup banyak, kendati kami menyambut secara positif para pemain baru,” ungkapnya.
“Selain itu perilaku konsumen di Indonesia. Pengguna ponsel di sini cenderung sering menggonta-ganti HP. Kalau di luar, perilaku konsumen mengganti HP-nya dengan yang baru minimal setelah 1,5 hingga dua tahun,” imbuh dia.
“Dengan begitu, kami terus-menerus dituntut untuk mengeluarkan inovasi-inovasi baru yang harus berbeda dengan para kompetitor,” pungkas Djunadi.
Sumber: OKEZONE.COM
Segera bergabung dengan FORUM kami, Daftar !
| Sela waktu dikantor, isi dengan berTrading Forex di Marketiva |
1. Membuka Account Gratis. Daftar Disini! |
Tutorial 6 | Tutorial 7 | Tutorial 8 | Tutorial 9 | Tutorial 10
Related posts:
- Pasar Aksesoris Ponsel Baru Sumbang 10%...
- Sony Ericsson Harus Lebih Baik lagi...
- Penjualan Ponsel Diprediksi Naik Jelang Lebaran...
- Traffic Jam untuk Perkuat Merek Sony Ericsson...
- Sony Ericsson Xperia Tak Gunakan Windows Lagi...
- Nokia Tetap Kuasai 40% Pasar Ponsel di Kuartal 2 2008...
- Samsung Genjot Pasar Ponsel High End Asean...
- Gairah Pasar Perangkat Mobile Indonesia...
- Ponsel Lokal Lahir Lagi...
- Ponsel C902 Model Terpopuler SE di Masa Q3 2008...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Leave a Comment